SANTANA Bangun Budaya Siaga Bencana, SMP Darun Nizham Perkuat Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal

ACEH JAYA | NANGGROENEWS.com – Suara peluit memecah keheningan halaman SMP Darun Nizham, Kabupaten Aceh Jaya, Rabu 15 Juli 2026. Dalam hitungan menit, para siswa bergerak menuju titik kumpul dengan tertib mengikuti arahan Tim Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Provinsi Aceh. Simulasi evakuasi tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun budaya kesiapsiagaan yang telah diterapkan secara berkelanjutan.

Melalui inovasi SANTANA (Sekolah Aman Tangguh Bencana) yang telah memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI), SMP Darun Nizham mengintegrasikan pendidikan kebencanaan ke dalam aktivitas sekolah.

BERITA TERKAITKALAM PRABU Gandeng Kemenag Aceh Jaya Perkuat Pendidikan Berbasis Kearifan Budaya.

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan menghadapi bencana, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang tangguh, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan bersama.

Selama empat tahun terakhir, sekolah secara konsisten melaksanakan delapan kali sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh warga sekolah agar memahami prosedur penyelamatan diri saat keadaan darurat sekaligus memperkuat budaya pengurangan risiko bencana sejak dini.

Usai simulasi, suasana berlangsung lebih akrab melalui jamuan santapan ikan jurung (kereling), hidangan khas dari Sungai Krueng Teunom yang disiapkan menjadi simbol tradisi penghormatan tamu sekaligus mencerminkan nilai kebersamaan yang masih terjaga dalam kehidupan masyarakat Aceh Jaya.

Kebersamaan itu juga dimanfaatkan untuk membahas rencana pengukuhan inovasi KALAM PRABU (Kearifan Lokal Akhlak Mulia Pendidikan Religius Anak Berbudaya). Program tersebut dirancang memperkuat pendidikan karakter melalui pendekatan budaya, sejarah, agama, dan adat istiadat sebagai bekal menghadapi tantangan sosial di era modern.

Dalam diskusi ini, Rizal Dinata, menilai pendidikan karakter memiliki peran penting di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali nilai moral, budaya, dan kearifan lokal agar mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan tanpa kehilangan jati diri.

Komitmen ini melibatkan Lembaga Dzurriyat Kesultanan se-Nusantara. Keterlibatan tokoh adat diharapkan dapat memperkaya pembelajaran tentang sejarah, budaya, dan nilai-nilai lokal sehingga peserta didik memiliki identitas yang kuat sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Semangat menghargai pengabdian juga menjadi bagian dari budaya sekolah. Sulaiman, S.Pd., yang memasuki masa purnatugas sejak 1 April 2026, tetap berpartisipasi dalam berbagai kegiatan melalui inovasi SIPUTRI (Silaturahmi dan Peusijuek Santri). Sebagai bentuk menjaga silaturahmi serta menghormati dedikasi para pendidik yang telah mengabdi.

Kepala SMP Darun Nizham, Ridwan, S.Pd.I., M.A., M.Pd., mengatakan berbagai inovasi yang dikembangkan sekolah merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari FK Tagana Aceh, tokoh masyarakat, lembaga mitra, guru, hingga alumni.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi modal penting dalam menghadirkan program pendidikan yang bermanfaat bagi peserta didik dan masyarakat.

Ke depan, pengukuhan KALAM PRABU direncanakan menjadi momentum memperkuat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam membangun pendidikan berbasis budaya, karakter, dan kesiapsiagaan bencana.

Dari Aceh Jaya, SMP Darun Nizham berupaya menunjukkan inovasi pendidikan dapat tumbuh melalui komitmen, kolaborasi, dan pemanfaatan kearifan lokal untuk menjawab tantangan masa depan.[][][]

Menyalin konten tidak diizinkan.