ACEH JAYA | NANGGROENEWS.com – Gerakan KALAM PRABU (Kearifan Lokal, Akhlak Mulia, Pendidikan Religius Anak Berbudaya) terus memperkuat implementasi pendidikan berbasis nilai agama dan budaya di Kabupaten Aceh Jaya. Melalui sinergi bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Jaya, program tersebut diarahkan untuk diterapkan di berbagai lembaga pendidikan formal maupun nonformal sebagai upaya memperkuat karakter generasi muda di tengah tantangan perkembangan zaman.
Langkah tersebut ditandai dengan penyerahan estafet warakah amanah raja kepada Kepala Kantor Kemenag Aceh Jaya pada Selasa 01 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendorong pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, adat, dan budaya lokal.
BACA JUGA : Polres Aceh Jaya dan Satreskrim Terima Penghargaan Kapolda Aceh.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Raja Negeri Daya selaku Pemangku Kesultanan Aceh Darussalam, Ketua Lembaga Dzurriyat Radja Sultan Se-Nusantara, tokoh pendidikan, Wazir Katibul Muluk, Operator Sarakata Kerajaan Negeri Daya, sineas Aceh, serta komedian senior Aceh yang dikenal dengan nama Pak Salam Pasar Pagi.
Kehadiran tokoh seni dan budaya dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat pendekatan edukatif kepada masyarakat. Melalui media kreatif, pesan-pesan moral dan pelestarian budaya diharapkan dapat diterima lebih luas oleh generasi muda.
Program KALAM PRABU merupakan kelanjutan dari gerakan budaya dan spiritual “Wow Bak Punca – Sang Penjaga Akal Budaya”, yang mengusung penguatan karakter melalui perpaduan nilai syariat Islam dengan kearifan lokal Nusantara.
Dalam implementasinya, KALAM PRABU diproyeksikan menjadi salah satu model pendidikan karakter yang dapat diterapkan di madrasah, pesantren (dayah), sekolah umum, maupun lembaga pendidikan nonformal. Program ini menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun generasi yang berakhlak, berbudaya, dan memiliki kepedulian terhadap sejarah daerah.
Sebelumnya, rangkaian kegiatan KALAM PRABU juga dilaksanakan di SMP Darun Nizham. Ketua Lembaga Dzurriyat, Dato’ Kiam Radja Prof. Dr. Fekri Juliansyah, bersama DYMM Paduka Seri Baginda Sultan Saifullah Alaiddin Riayat Syah selaku Raja Negeri Daya melakukan silaturahmi dengan para pendidik sebagai bagian dari penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan, tokoh adat, ulama, dan pemerintah daerah.
Gerakan tersebut turut diperkuat melalui muhibah budaya ke kediaman Dzurriyat Raja Teunom. Dalam kesempatan itu dilakukan penyerahan replika penutup kepala adat Sungkok Tangkulok milik pahlawan Teuku Imum Muda Raja Teunom sebagai simbol estafet perjuangan dalam menjaga marwah budaya, sejarah, dan nilai-nilai luhur masyarakat Aceh.
Rangkaian kegiatan juga dijadwalkan ditutup dengan ziarah ke kompleks makam para penguasa Kerajaan Teunom sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan warisan peradaban Aceh. Ziarah tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai ketauhidan, keadilan, serta identitas budaya yang diwariskan para pendahulu.
Melalui sinergi bersama Kantor Kemenag Aceh Jaya, KALAM PRABU diharapkan mampu menjadi gerakan edukasi berbasis budaya yang berkelanjutan. Keterlibatan tokoh adat, akademisi, seniman, dan insan kreatif diharapkan semakin memperkuat penyebaran nilai-nilai akhlak mulia kepada generasi muda serta menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan pendidikan yang berpijak pada agama, budaya, dan sejarah lokal.[][][]












