Breaking News: Mantan Gubernur Aceh Tutup Usia, Aceh Berduka

Kabar duka menyelimuti Aceh. dr. H. Zaini Abdullah (Abu Doto), mantan Gubernur Aceh dan tokoh perdamaian Aceh, meninggal dunia pada Sabtu 13 Juni 2026.(Foto/Dok. Ist)

BANDA ACEH | NANGGROENEWS.com – Kabar duka menyelimuti Aceh. Tokoh perdamaian Aceh sekaligus mantan Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah atau yang akrab disapa Abu Doto, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, Sabtu 13 Juni 2026 siang.

Kabar wafatnya salah satu tokoh berpengaruh dalam perjalanan sejarah Aceh itu dengan cepat menyebar melalui berbagai platform media sosial dan grup WhatsApp. Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, mantan kombatan, politisi hingga warga Aceh.

BACA JUGABREAKING NEWS! Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 di Ulee Lheue, 14 Orang Terluka.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah meninggal dunia Abu Dokter Zaini Abdullah (mantan Gubernur Aceh),” demikian isi pesan yang beredar luas dan menjadi perhatian publik.

Berdasarkan informasi yang diterima Nanggroenews.com, jenazah almarhum direncanakan akan dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, setelah pelaksanaan salat Asar.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak keluarga belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab meninggalnya almarhum. Nanggroenews.com masih berupaya memperoleh informasi lebih lanjut dari keluarga dan pihak terkait.

Zaini Abdullah merupakan Gubernur Aceh ke-16 yang menjabat pada periode 2012–2017. Sosoknya dikenal luas sebagai salah satu tokoh penting dalam proses perdamaian Aceh pascakonflik serta figur sentral yang memiliki peran besar dalam perjalanan politik Aceh modern.

Semasa hidupnya, Abu Doto dikenal sebagai pribadi yang sederhana, bersahaja, dan dekat dengan masyarakat. Kiprahnya dalam memperjuangkan perdamaian dan pembangunan Aceh menjadikan namanya melekat dalam sejarah daerah berjulukan Serambi Mekkah tersebut.

Kepergian Abu Doto di usia 86 tahun menjadi kehilangan besar bagi Aceh. Masyarakat mengenangnya sebagai tokoh yang turut mengawal perjalanan Aceh dari masa konflik menuju era perdamaian dan pembangunan.

Selamat jalan Abu Doto. Jasa dan pengabdianmu akan selalu dikenang oleh rakyat Aceh.[][][]

Menyalin konten tidak diizinkan.