BANDA ACEH | NANGGROENEWS.com — Bupati Aceh Jaya, Safwandi, menghadiri Konferensi Forum Komunikasi Kepala Daerah dan DPRK se-Aceh (KKA) yang digelar di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Sabtu 18 April 2026. Ia hadir bersama Wakil Ketua I DPRK Aceh Jaya Irwanto, NP dan Wakil Ketua II T. Asrizal, SH.
Konferensi tersebut diikuti para kepala daerah serta pimpinan DPRK dari seluruh kabupaten/kota di Aceh. Dalam musyawarah yang dipimpin Tagore Abubakar, Illiza Sa’aduddin Djamal kembali terpilih sebagai Koordinator Forum KKA untuk periode 2025–2030.
BACA JUGA: Bupati Apresiasi Kejari Aceh Jaya, Pemulihan Keuangan Negara Capai Rp1,31 Miliar.
Safwandi menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi lintas daerah melalui forum tersebut. Menurutnya, KKA menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan visi pembangunan antardaerah.
“Forum ini sangat penting untuk memastikan keselarasan kebijakan dan program pembangunan antar daerah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Safwandi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan DPRK dalam merumuskan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Sementara itu, Illiza menjelaskan bahwa Forum Komunikasi Kepala Daerah dan DPRK se-Aceh merupakan wadah strategis yang menghimpun kepala daerah dan pimpinan DPRK se-Aceh.
Forum ini didirikan pada 9 Maret 2008 di Banda Aceh untuk memperkuat harmonisasi serta kerja sama antarpemerintah kabupaten/kota, baik dengan Pemerintah Aceh maupun pemerintah pusat.
“Selama lebih dari 17 tahun, forum ini berkontribusi memperkuat kapasitas pemerintahan daerah dan mendorong kebijakan yang berpihak kepada daerah, sekaligus membangun jejaring kerja sama di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Illiza.
Ia menambahkan, KKA juga berperan dalam mengawal revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh serta mendukung program nasional, termasuk Asta Cita Presiden.
Selain menetapkan koordinator, konferensi membentuk tim formatur untuk menyusun kepengurusan lanjutan. Tim tersebut terdiri dari Mirwan MS, Mukhlis, Muharram Idris, dan Tagore Abubakar.
Konferensi ini diharapkan memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan serta menyelaraskan kebijakan strategis di tingkat kabupaten/kota se-Aceh.[][][]













