BANDA ACEH | NANGGROENEWS.com – Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Abu H Muhammad ‘Ali atau yang lebih dikenal dengan Abu Paya Pasi, dijadwalkan menyampaikan tausiah pada Malam Zikir dan Doa Hari Damai Aceh 2026 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat malam, 14 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Aceh melalui Badan Reintegrasi Aceh (BRA) tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Damai Aceh ke-21.
Momentum ini diharapkan menjadi sarana untuk mengenang perjalanan perdamaian, mensyukuri kondisi yang telah terbangun, sekaligus memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Aceh tetap damai.
Kepala UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Aprilizar, SE, MM, mengatakan rangkaian Malam Zikir dan Doa Hari Damai Aceh 2026 dimulai sekitar pukul 19.45 WIB, setelah pelaksanaan Salat Isya berjamaah.
BACA JUGA : Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh Diperiksa Propam Polri, Kapolda Tunjuk Plt.
“Insyaallah Abu Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Aceh akan langsung menyampaikan tausiah. Kegiatan ini terbuka untuk umum, sehingga kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan bersama-sama mengikuti rangkaian zikir dan doa,” ujar Aprilizar, Selasa, 10 Agustus 2026.
Setelah tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan Zikir Hari Damai Aceh 2026 yang dipimpin Tgk Jamaluddin Radyid bersama tim dari Kabupaten Aceh Utara. Rangkaian tersebut diharapkan menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus doa bersama untuk keberlangsungan perdamaian di Aceh.
Aprilizar mengajak masyarakat dari berbagai daerah untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan hadir langsung di Masjid Raya Baiturrahman. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengisi peringatan Hari Damai Aceh melalui kegiatan keagamaan yang berlangsung secara khidmat.
Sementara itu, Kepala Humas Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Dr H Said Mulyadi, MSi, mengimbau jamaah yang hadir agar menjaga ketertiban selama acara berlangsung. Masyarakat diminta mengikuti ketentuan pengelola serta menggunakan ruang yang telah disediakan agar pelaksanaan zikir dan doa berjalan aman, tertib, nyaman, dan khusyuk.
“Mari kita bersama-sama menyemarakkan kegiatan ini dengan tetap menjaga ketertiban. Kami mengimbau masyarakat mengikuti aturan dan ruang-ruang yang telah disediakan, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan khidmat dan nyaman,” kata Said Mulyadi.
Peringatan Hari Damai Aceh 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya merawat perdamaian.
Malam zikir dan doa di Masjid Raya Baiturrahman menjadi salah satu ikhtiar spiritual masyarakat Aceh untuk terus menjaga kedamaian bagi generasi mendatang.[][][]













