SOLOK | NANGGROENEWS.com — Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin malam 21 September 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan seorang balita bernama Daffi (21) bulan dilaporkan hilang, sementara empat korban lainnya mendapat penanganan medis.
Data sementara di Kecamatan Gunung Talang hingga Selasa 22 September 2026 dini hari menunjukkan empat warga terdampak bencana menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Di sisi lain, tim pencarian masih berupaya menemukan Daffi yang diduga terseret derasnya arus.
Relawan PMI Kabupaten Solok, Mu’amar Aziz, mengatakan Daffi saat kejadian berada bersama kakaknya. Korban kemudian terlepas dari pegangan tangan sang kakak ketika arus galodo menerjang kawasan tersebut.
BACA JUGA: Kapolres Nagan Raya Ngopi Bareng Wartawan, Perkuat Sinergi dan Komunikasi Publik.
“Anak itu terseret galodo karena lepas dari pegangan tangan kakaknya. Sampai saat ini masih dilakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai,” ujar Mu’amar.
Adapun korban yang mendapat perawatan medis yakni Muslihat (54), warga asal Kediri. Ia mengalami luka ringan dan menjalani rawat jalan di RSUD Arosuka. Muhammad Nurzan (57), warga Perumahan Clemira River View, Jorong Kayu Aro, mengalami patah tulang pada ekstremitas bawah disertai perdarahan sehingga dirujuk ke RS Semen Padang.
Korban lainnya, Anggiat Sirait (66), warga Koto Gaek Guguek, menjalani observasi pascatrauma di RSUD Arosuka. Sementara Yurnalis (45), warga Kayu Aro yang bekerja sebagai tenaga honorer di Bapenda Kabupaten Solok, mengalami keluhan pada tangan kiri dan mendapat penanganan di Puskesmas Alahan Panjang.
Hingga informasi tersebut disampaikan, proses pencarian Daffi masih berlangsung dengan menyusuri aliran sungai di kawasan terdampak. Petugas dan relawan terus melakukan upaya pencarian untuk menemukan korban yang dilaporkan hilang akibat galodo di Arosuka, Kabupaten Solok.[][][]













