Diduga Zakat Belum Tepat Sasaran, Ketua Baitul Mal Minta Evaluasi Data Gampong

Ketua Baitul Mal Aceh Jaya, Tengku Munawar, meminta aparatur gampong memperbarui data mustahik agar zakat tepat sasaran bagi warga kurang mampu di Aceh Jaya.*

CALANG | NANGGROENEWS.com — Ketua Baitul Mal Aceh Jaya, Tengku Munawar, meminta para keuchik dan camat di wilayah Aceh Jaya segera mengevaluasi ulang data penerima zakat di tingkat gampong. Langkah ini menyusul keluhan warga terkait dugaan penyaluran zakat yang dinilai belum sepenuhnya menyentuh masyarakat fakir dan miskin.

Permintaan tersebut disampaikan Tengku Munawar kepada media, Sabtu 11 April 2026, sebagai penegasan agar pendistribusian zakat berjalan sesuai prinsip keadilan sosial dan ketentuan syariat.

Menurutnya, Baitul Mal menerima laporan dari masyarakat selama ini masih ditemukan penerima zakat yang secara ekonomi tergolong mampu, bahkan masih produktif, namun tetap tercantum dalam daftar mustahik.

BACA JUGABupati Aceh Jaya Wacana Kembalikan Program Unggulan Sebagai Hadiah HUT ke-24.

“Zakat adalah hak fakir dan miskin. Jangan sampai yang memiliki kebun sawit dan ternak lembu justru menjadi penerima, sementara lansia yang benar-benar tidak berdaya terabaikan,” tegasnya.

Ia menilai, akar persoalan terletak pada validitas data di tingkat gampong. Karena itu, peran aparatur gampong dan kecamatan menjadi penentu utama dalam proses pendataan dan verifikasi calon penerima zakat.

Tengku Munawar menekankan agar keuchik dan camat tidak hanya mengandalkan data lama, tetapi turun langsung melihat kondisi riil warganya. Evaluasi berkala dinilai penting agar daftar penerima selalu diperbarui sesuai perubahan ekonomi masyarakat.

“Data itu harus hidup. Jangan menggunakan data lama terus-menerus tanpa melihat perkembangan kondisi warga. Jika ekonominya sudah membaik, jangan lagi dimasukkan sebagai penerima zakat,” ujarnya.

Ia menyebut, pihaknya menaruh kepercayaan besar kepada para keuchik karena dinilai paling memahami kondisi sosial ekonomi masyarakat di gampong masing-masing.

Lebih jauh, Tengku Munawar mengingatkan zakat bukan sekadar bantuan sosial, melainkan amanah umat yang harus dikelola dengan tanggung jawab dan kejujuran.

Baitul Mal, lanjutnya, juga membuka ruang partisipasi masyarakat untuk melaporkan jika menemukan penerima zakat yang dinilai tidak layak, sehingga dapat segera ditindaklanjuti melalui mekanisme evaluasi.

“Kami terbuka terhadap masukan masyarakat. Ini demi keadilan bersama agar zakat benar-benar menjadi solusi bagi yang paling membutuhkan,” katanya.

Melalui evaluasi menyeluruh di tingkat gampong dan kecamatan, ia berharap keluhan serupa tidak lagi muncul, serta kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat tetap terjaga.[][][]

Menyalin konten tidak diizinkan.