ACEH BARAT | NANGGROENEWS.com — Desa Budaya Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, terus mematangkan persiapan menyambut Festival Nipah 2026. Sejumlah pelatihan dan lokakarya peningkatan kapasitas masyarakat digelar pada 7 hingga 12 September 2026 sebagai upaya memperkuat ekonomi warga sekaligus menjaga kelestarian ekosistem rawa nipah.
Program pembinaan tersebut mencakup berbagai bidang pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Masyarakat dibekali keterampilan pengolahan kuliner dan kerajinan berbahan dasar nipah, pengembangan produk wisata berbasis masyarakat, inovasi kasab, strategi promosi melalui media sosial, hingga manajemen pengelolaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
BACA JUGA: Open Turnamen Piala KNPI Aceh Jaya Resmi Dibuka, 32 Tim Ikut Berkompetisi.
Rangkaian kegiatan itu menjadi bagian dari persiapan menuju Festival Nipah 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14–15 September 2026.
Festival tersebut nantinya akan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas serta potensi Desa Suak Timah melalui bazar budaya dan UMKM, pawai budaya, pergelaran seni pertunjukan, kenduri Maulid, jelajah budaya rawa nipah, hingga hiburan rakyat bersama Apache.
Tidak hanya menjadi ajang pertunjukan dan hiburan, Festival Nipah 2026 dirancang sebagai sarana promosi potensi budaya dan ekonomi masyarakat Suak Timah.
Desa Suak Timah sebelumnya menjadi salah satu penerima Apresiasi Desa Budaya Tahun 2025 dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk terus mengembangkan kebudayaan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Selama tiga tahun terakhir, komunitas Daya Desa turut mendampingi masyarakat Suak Timah melalui arahan Kementerian Kebudayaan RI. Pendampingan dilakukan melalui penggalian potensi desa, pembinaan masyarakat, peningkatan kapasitas, hingga aktivasi kegiatan kebudayaan.
Mukhsin dari Daya Desa Suak Timah mengatakan, pengembangan ekonomi berbasis budaya harus tetap berjalan seiring dengan kearifan lokal dan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
“Kita memiliki harapan besar agar pengembangan ekonomi budaya ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membuat masyarakat terus merawat kebudayaan sebagai identitas mereka. Bagaimana kita hidup berdampingan dengan alam, saling melengkapi, dan memanfaatkan rawa nipah sebagai sumber penghidupan tanpa merusak ekosistemnya,” ujar Mukhsin.
Sementara itu, Keuchik Suak Timah, Drs. Afdhal, mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mempersiapkan Festival Nipah 2026.
Ia berharap semangat mengembangkan ekonomi berbasis budaya tidak hanya berlangsung pada momentum festival, tetapi dapat terus berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.
Afdhal juga berharap dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat serta berbagai pihak, terutama dalam pembinaan masyarakat dan penyediaan fasilitas pendukung untuk pengembangan potensi desa.
Melalui persiapan tersebut, Desa Suak Timah ingin menunjukkan bahwa pelestarian kebudayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan.
Potensi nipah, pengetahuan lokal, kesenian, kuliner, kriya, serta kreativitas masyarakat tidak hanya dirawat sebagai warisan leluhur, tetapi juga dikembangkan menjadi peluang ekonomi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga.
Festival Nipah 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah penting bagi Desa Suak Timah dalam memperkenalkan kekayaan budaya lokal, memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem rawa nipah sebagai bagian penting dari kehidupan warga.[][][]













