ACEH JAYA | NANGGROENEWS.com — Inovasi KALAM PRABU (Kearifan Lokal Akhlak Mulia Pendidikan Religius Anak Berbudaya) resmi dikukuhkan sebagai gerakan pendidikan berbasis kearifan lokal, akhlak, syariat, adat, dan budaya di SMP Darun Nizham, Kerajaan Negeri Daya. Kamis 10 September 2026.
Pengukuhan yang digagas panitia lintas sektor SMP Darun Nizham itu berlangsung di Astaka Diraja Kerajaan Negeri Daya. Rangkaian kegiatan meliputi penandatanganan MoU, prasasti pengukuhan, serta penganugerahan Tokoh Mitra Strategis Lintas Sektor.
Kepala SMP Darun Nizham sekaligus Wazir Katibul Muluk Kerajaan Negeri Daya, Dato’ Dr. (C) Ridwan, S.Pd.I., M.A., M.Pd., mengatakan KALAM PRABU dirancang untuk memperkuat kembali keterhubungan generasi muda dengan sejarah, adat, syariat, dan warisan budaya daerah.
BACA JUGA : Bupati Aceh Barat Perkuat Satlinmas dan Pageu Gampong Hadapi Gangguan Kamtibmas dan Bencana.
Menurut Ridwan, keberadaan situs dan peninggalan sejarah tidak cukup hanya dikenang. Nilai sejarah perlu diperkenalkan melalui pendidikan agar generasi muda memiliki rasa memiliki sekaligus tanggung jawab untuk melestarikannya.
“Betapa perih hati ini ketika mengenang perjuangan Sultan Salatin Alaiddin Riayat Syah pada tahun 1480 yang mendirikan Kerajaan Negeri Daya dan mengantarkannya ke puncak kejayaan. Namun hari ini, anak-anak Gen-Z kita banyak yang tidak lagi mengetahuinya,” ujar Ridwan dengan suara bergetar.
Ia menegaskan, KALAM PRABU tidak diarahkan sebatas kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan pendidikan karakter yang menanamkan akhlak mulia sekaligus kecintaan terhadap identitas dan budaya daerah.
Pengukuhan turut dihadiri DYMM Paduka Seri Baginda Sultan Saifullah Alaiddin Riayat Syah, Raja Negeri Daya dan Pemangku Kesultanan Aceh Darussalam, bersama Dato’ Kiam Radja TG. Prof. Dr. (HC) Fekri Juliansyah, Ph.D., Ketua Lembaga Dzurriyat Raja Sultan Se-Nusantara. Sejumlah Radja Aceh Darussalam, pangeran dan permaisuri turut hadir.
Perwakilan Camat Jaya mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, penguatan adat dan budaya melalui pendidikan merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan rasa memiliki generasi muda terhadap sejarah dan warisan daerah.
Sementara itu, Sultan Saifullah Alaiddin Riayat Syah menekankan pentingnya pendidikan akhlak yang berjalan selaras dengan nilai syariat. Pesan itu disampaikannya dalam kegiatan yang juga dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ia mengingatkan generasi muda untuk menerapkan prinsip “beu meu adab” atau beradab serta menjaga budaya agar nilai syariat dan kearifan lokal dapat terus diwariskan.
“Saya juga seorang guru,” ungkap Sultan, menegaskan bahwa pendidikan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama, termasuk pemangku adat dan tokoh masyarakat.
Dukungan terhadap KALAM PRABU juga disampaikan Dato’ Kiam Radja TG. Prof. Dr. (HC) Fekri Juliansyah, Ph.D. Ia mengajak masyarakat menjaga amanah syariat serta warisan budaya takbenda agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai sejarah peradabannya.
YAM Teuku Amri dari Kerajaan Negeri Kuala Batu menyebut program tersebut sebagai langkah inspiratif karena menghubungkan pendidikan dengan sejarah, adat, syariat, dan kehidupan generasi Z. Sementara YAM Teuku Nasruddin dari Kerajaan Negeri Tanah Nata menyatakan komitmennya untuk menyosialisasikan konsep KALAM PRABU di wilayahnya.
Rangkaian kegiatan ditandai penandatanganan prasasti pengukuhan dan pemberian penghargaan Hubungan Masyarakat Kerajaan Negeri Daya kepada sejumlah tokoh lintas sektor yang dinilai berkontribusi dalam pelestarian syariat, adat, dan budaya.
Kegiatan juga dirangkai dengan kenduri Maulid dan ziarah ke makam Sultan Salatin Alaiddin Riayat Syah atau Poteumeurehom, yang dikenal sebagai pendiri Kerajaan Negeri Daya.
Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter sekaligus menjaga sejarah dan budaya tetap hidup di tengah generasi muda.[][][]













