Daerah  

LSM Kita Peduli Dukung Respons Cepat Pemkab Aceh Jaya Atasi Polemik Data Desil Layanan Kesehatan

Ketua LSM Kita Peduli, Abdo Rani.*

ACEH JAYA | NANGGROENEWS.com — LSM Kita Peduli mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya dalam merespons polemik data desil yang berdampak pada akses layanan kesehatan masyarakat kurang mampu.

Ketua LSM Kita Peduli menilai, respons pemerintah daerah menunjukkan komitmen kuat memastikan warga tetap memperoleh layanan kesehatan yang layak tanpa terhambat persoalan administrasi data.

BACA JUGABantuan Banjir Dinilai Tak Merata, Warga Blokir Jalan Hingga Lalu Lintas Macet.

“Pemerintah daerah bergerak sigap menyikapi persoalan ini. Langkah ini penting agar hak masyarakat terhadap layanan kesehatan tidak terganggu,” ujarnya.

Ia menyebutkan, isu desil perlu ditangani akurat dan terkoordinasi agar tidak menimbulkan pembatasan akses layanan gratis di fasilitas kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit daerah.

Di bawah kepemimpinan Safwandi dan Muslem D, sektor kesehatan dinilai menjadi prioritas kebijakan yang mulai terlihat arah dan implementasinya.

“Kami melihat ada komitmen nyata dari Bupati Aceh Jaya untuk mencari solusi agar masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa kendala akibat persoalan data,” katanya.

LSM Kita Peduli juga mendorong penguatan koordinasi lintas instansi di lingkungan pemerintah daerah agar kebijakan pimpinan dapat diterapkan efektif hingga tingkat pelaksana.
Menurutnya, pembenahan sistem pelayanan harus dibarengi peningkatan fasilitas kesehatan, kualitas tenaga medis, serta percepatan validasi data masyarakat yang berkaitan dengan jaminan kesehatan.

Sinergi antar instansi dan dukungan masyarakat, lanjutnya, menjadi faktor penting untuk mewujudkan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas di Aceh Jaya.

“Kesehatan merupakan kebutuhan dasar warga. Karena itu, kami mendukung penuh langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap mudah diakses seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya.[][][]

Menyalin konten tidak diizinkan.