NAGAN RAYA | NANGGROENEWS.com – Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Satbrimob Polda Aceh, Kompol Usman, S.E., M.M., secara resmi menutup Turnamen Geulayang Tunang Piala Danyon C Pelopor dalam rangka memperingati HUT Korps Brimob Polri ke-80, yang berlangsung di Mako Batalyon C Pelopor, Kabupaten Nagan Raya, Kamis 5 Februari 2026.
Turnamen tersebut diikuti sebanyak 572 layang dari berbagai daerah, meliputi Kabupaten Nagan Raya, Aceh Barat, dan Aceh Jaya. Kegiatan ini berlangsung hampir dua bulan sejak pembukaan hingga penutupan, serta berjalan aman, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Partai final menjadi puncak kemeriahan acara yang disaksikan ratusan pecinta geulayang tunang. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa olahraga tradisional ini masih sangat diminati serta menjadi sarana pemersatu warga lintas daerah.
Baca Juga : Pemkab Aceh Jaya Terima Bantuan Bus Sekolah dari Kemenhub RI.
Berdasarkan penilaian dewan juri, Juara I diraih Layang Trieng Pureh yang berhak atas hadiah utama satu unit sepeda motor. Juara II diraih Layang Rajawali Beutong dengan hadiah uang tunai Rp10.000.000, sementara Juara III diraih Layang Target Jr dengan hadiah Rp7.000.000.
Penutupan turnamen turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya Wakapolres Nagan Raya Kompol Humaniora Sembiring, Asisten II Sekdakab Nagan Raya Anwar Yunus, Kepala BSI KCP Kuala, Ketua HMI Cabang Nagan Raya, Ketua RAPI Nagan Raya, serta Ketua SWI Nagan Raya.
Dalam sambutannya, Kompol Usman menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap turnamen ini menjadi wadah positif serta mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan panitia. Semoga turnamen ini menjadi sarana memperkuat hubungan masyarakat dengan Polri, khususnya Korps Brimob,” ujar Kompol Usman.
Sementara itu, salah satu peserta, Zulkifli, mengapresiasi Polri, khususnya Brimob, yang telah memberi ruang bagi masyarakat menyalurkan hobi sekaligus melestarikan budaya lokal.
“Kegiatan ini sangat positif. Kami berharap turnamen seperti ini terus berlanjut ke depannya,” ungkapnya.
Turnamen Geulayang Tunang ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya lokal, tetapi juga memperkuat sinergi dan kedekatan Brimob Polri dengan masyarakat wilayah Barat Selatan Aceh.[][][]













