ACEH BARAT | NANGGROENEWS.com — Perwakilan Desa Suak Timah, Kabupaten Aceh Barat, mengikuti Lokakarya Penguatan Kapasitas Daya Desa yang digelar di Balkondes Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada 17–21 Mei 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat pengembangan potensi budaya dan ekonomi masyarakat di daerah setempat.
Desa Suak Timah menjadi salah satu dari lima desa penerima Apresiasi Desa Budaya 2025 yang diundang dalam kegiatan nasional tersebut.
Dalam lokakarya itu, setiap desa didampingi kepala desa dan tenaga Daya Desa untuk memperdalam strategi pengembangan budaya berbasis masyarakat.
BACA JUGA : IWO Aceh Barat Resmi Terdaftar di Kesbangpol, Perkuat Legalitas dan Profesionalisme Pers
Perwakilan Aceh Barat, Mukhsin selaku tenaga Daya Desa Suak Timah, aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari diskusi pengelolaan budaya, strategi promosi desa, hingga pengembangan konsep eco socio culturepreneurship.
Menurut Mukhsin, banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang diperoleh selama mengikuti kegiatan di kawasan Borobudur tersebut. Ia menilai materi yang diberikan sangat relevan untuk diterapkan dalam pengembangan Desa Suak Timah.
“Lokakarya ini membuka wawasan kami tentang bagaimana potensi budaya lokal dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat tanpa menghilangkan nilai tradisi yang ada,” ujar Mukhsin, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia mengatakan, peserta tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, tetapi juga diajak melihat langsung praktik pengelolaan desa budaya di sejumlah lokasi percontohan.
Salah satunya di Desa Sambeng yang berhasil mengembangkan kehidupan masyarakat menjadi wisata budaya berbasis komunitas. Selain itu, peserta juga mengunjungi Desa Karanganyar yang mempertahankan kerajinan gerabah tradisional sejak era Mataram Kuno.
Mukhsin menilai pengalaman lapangan tersebut memberi gambaran nyata tentang pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga sekaligus mengembangkan budaya daerah.
“Yang paling kami pelajari bagaimana masyarakat menjadi pelaku utama dalam mengelola budaya mereka sendiri, sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan warga,” katanya.
Sepulang dari kegiatan tersebut, pihaknya berkomitmen menerapkan berbagai hasil pembelajaran di Desa Suak Timah. Langkah yang akan dilakukan meliputi pendataan warisan budaya, penguatan komunitas lokal, hingga penyusunan konsep wisata budaya yang sesuai dengan karakter masyarakat setempat.
Ia berharap pengalaman dari lokakarya nasional itu dapat menjadi awal penguatan Desa Suak Timah sebagai desa budaya yang mandiri, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelestarian budaya lokal.[][][]












