MEULABOH | NANGGROENEWS.com — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat terus menimbulkan dampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk sektor pendidikan.
Terpantau, kabut asap yang semakin pekat dipagi hari hingga Sabtu 05 September 2026, menyebabkan kualitas udara di sejumlah kawasan terdampak memburuk. Kondisi tersebut turut dirasakan siswa dan tenaga pendidik di SD Reusak, Kecamatan Samatiga.
Dampak karhutla yang terjadi di sejumlah lokasi, termasuk Gampong Blang Beurandang, Mesjid Baro, hingga Aron Tunong, membuat asap masuk ke dalam ruang-ruang kelas dan menciptakan kondisi udara yang pengap.
BACA JUGA: Dua Kasus Sabu di Aceh Barat Berlanjut ke Kejari, 3 Tersangka Diserahkan.
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, pihak SD Reusak memutuskan memindahkan sementara kegiatan belajar mengajar dari dalam kelas ke area terbuka di lingkungan sekolah.
“Kami terpaksa memindahkan seluruh kegiatan belajar mengajar dari dalam kelas ke halaman sekolah yang terbuka dan memiliki sirkulasi udara lebih baik,” ujar Kepala SD Reusak di Samatiga, Sabtu pagi.
Keputusan tersebut diambil setelah pihak sekolah menilai kondisi udara di ruang tertutup semakin tidak nyaman akibat kabut asap. Selain dikhawatirkan dapat mengganggu pernapasan, kondisi tersebut juga berpotensi menurunkan konsentrasi siswa selama mengikuti pembelajaran.
Para siswa kemudian mengikuti kegiatan belajar di bawah pepohonan dan sejumlah area terbuka yang memiliki sirkulasi udara lebih baik. Meski dilakukan dengan keterbatasan fasilitas, proses pembelajaran tetap berlangsung.
Pihak sekolah menyebut kebijakan tersebut bersifat sementara. Kegiatan belajar di dalam kelas akan kembali dilaksanakan setelah kondisi kabut asap mereda dan kualitas udara dinilai lebih aman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Hingga saat ini, SD Reusak terus memantau perkembangan kondisi karhutla serta upaya pemadaman yang dilakukan tim gabungan.
Sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan dilaporkan terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, yakni Johan Pahlawan, Samatiga, dan Woyla. Total luas lahan yang terdampak kebakaran hingga laporan terakhir mencapai sekitar 6,5 hektare.
Upaya pemadaman di sejumlah titik masih menghadapi berbagai kendala, di antaranya angin kencang, akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau, serta keterbatasan sumber air.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat terus melakukan penanganan untuk memadamkan api serta mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.[][][]













