Pasca Panen Raya, Harga Gabah Kering Rp6.500/Kg di Aceh Barat

Tumpukan gabah kering panen milik petani terlihat di tepi jalan menunggu penjemputan pengepul di wilayah Kabupaten Aceh Barat, Rabu 08 April 2026.(Foto: Nanggroenews.com/Nasrul).

ACEH BARAT | NANGGROENEWS.com — Memasuki fase pasca panen raya, harga gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Aceh Barat tercatat tetap stabil di kisaran Rp6.500 per kilogram, Rabu 08 April 2026.

Stabilitas ini menjadi kabar baik bagi petani karena harga tidak anjlok meski pasokan gabah di pasar melimpah.

Harga di tingkat petani mengacu pada Badan Pangan Nasional melalui kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk GKP berkualitas baik, yakni kadar air di bawah 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen. Ketentuan HPP ini diperkuat melalui arahan Kementerian Pertanian Republik Indonesia agar serapan gabah petani tetap terjaga selama dan setelah panen raya.

BACA JUGA‎Bupati Aceh Jaya Safwandi Serahkan 212 Sertifikat Redistribusi Tanah untuk Warga

Kondisi harga stabil merata di sentra produksi padi seperti Kecamatan Samatiga, Johan Pahlawan, Woyla, dan Pante Ceureumen. Harga yang sama berlaku di tingkat petani, pengepul, hingga penggilingan padi.

Harga Rp6.500 per kg ini telah bertahan sejak awal April 2026, tepat setelah puncak panen raya. Kepastian harga tersebut memberi rasa aman bagi petani untuk segera menjual hasil panen tanpa khawatir permainan harga di lapangan.

Stabilnya harga dipengaruhi kepastian regulasi HPP, tingginya permintaan dari penggilingan padi, serta kualitas gabah tahun ini yang dinilai baik. Kombinasi faktor ini membuat gabah petani terserap optimal dengan harga maksimal.

Teuku Halim (54), petani di Kecamatan Samatiga, mengaku bersyukur. Menurutnya, harga saat ini mampu menutup biaya produksi yang terus meningkat.

“Alhamdulillah, pasca panen biasanya harga turun. Sekarang tetap Rp6.500. Uangnya bisa untuk bayar utang, biaya sekolah anak, dan modal tanam berikutnya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Mustafa, petani lainnya. Ia berharap pemerintah terus mengawasi praktik perdagangan agar tidak ada oknum yang menekan harga di bawah HPP.

Sementara itu, Mirza, pengepul sekaligus pemilik penggilingan padi di Samatiga, membenarkan pihaknya membeli gabah sesuai harga pasar yang berlaku.

“Kami beli Rp6.500 per kg untuk kualitas standar. Kalau benar-benar kering dan bersih bisa lebih tinggi. Permintaan beras masih lancar, jadi kami siap menyerap gabah petani sebanyak mungkin,” tuturnya.

Dengan harga yang tetap stabil pasca panen raya, kesejahteraan petani di Aceh Barat diharapkan meningkat. Pada saat yang sama, kondisi ini turut memperkuat ketahanan pangan daerah karena rantai pasok gabah dan beras tetap berjalan sehat dari petani hingga penggilingan.[][][]

Menyalin konten tidak diizinkan.