ACEH BARAT | NANGGROENEWS.com — Seorang bocah berusia 10 tahun, T. Muhammad Sidiq, warga Gampong Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, meninggal dunia setelah terseret arus laut saat mandi di kawasan Pantai Batee Puteh, Gampong Ujong Kalak, Kabupaten Aceh Barat, Minggu 05 April 2026 sore kemarin.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB ketika Sidiq bermain air bersama lima temannya di sekitar muara sungai (suak) Ujong Kalak yang langsung terhubung dengan laut. Tiba-tiba gelombang besar datang dan menyeret dua anak ke tengah. Satu anak berhasil diselamatkan warga, sementara Sidiq hilang dari pandangan akibat kuatnya arus.
BACA JUGA : Kadinkes Aceh Jaya Perkuat MBG, Penjamah Dapur SPPG Diberikan Pelatihan Pengamanan Pangan.
Sidiq diketahui merupakan anak dari T. Muhammad Nur, Sekretaris IMAPI Aceh Barat. Kabar hilangnya korban dengan cepat menyebar dan membuat keluarga panik. Pihak keluarga bersama warga setempat terus memantau proses pencarian dengan harapan korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
Setelah beberapa jam pencarian oleh tim penyelamat, jasad Sidiq akhirnya ditemukan sekitar pukul 20.05 WIB, berjarak kurang lebih 800 meter dari lokasi awal ia dilaporkan hanyut. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Suasana duka menyelimuti keluarga korban saat jenazah dievakuasi dan diserahkan untuk dimakamkan. Tangis keluarga pecah di lokasi saat memastikan bahwa korban yang ditemukan adalah Sidiq.
Kerabat orangtua korban menjelaskan, pihak keluarga telah melakukan fardhu kifayah yang dikebumikan di komplek pemakaman umum disekitar Gampong Drien Rampak Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat.
“Semua proses fardhu kifayah sudah dilakukan oleh pihak keluarga dan kerabat tadi pagi,” ujar Safrie melalui pesan singkat ke media ini. Senin 06 April 2026.
Kejadian ini menjadi pukulan berat bagi keluarga, terlebih korban masih duduk di bangku sekolah dasar dan dikenal sebagai anak yang aktif bermain bersama teman-temannya di lingkungan tempat tinggal.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di kawasan pantai, khususnya di area muara sungai yang memiliki arus kuat dan tidak menentu.[][][]













