CALANG | NANGGROENEWS.com
– Aktivitas ekspor batu bara melalui Pelabuhan Kelas III Calang, Kabupaten Aceh Jaya, dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah melalui keterlibatan perusahaan lokal serta penyerapan tenaga kerja masyarakat setempat.
Kegiatan operasional di area stokpile yang berlokasi di Gampong Bahagia, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, secara umum dan administrasi diprakarsai oleh PT Barajaya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah setempat.
Sementara itu, berbagai pekerjaan teknis seperti jasa angkut, jasa bongkar muat, hingga dukungan operasional lainnya dilaksanakan oleh PT Cargo Panga Network, perusahaan lokal yang berdomisili di Aceh Jaya.
BACA JUGA : SMP Darun Nizham Aceh Jaya Luncurkan Program “Tgk. CEO”, Perkuat Literasi Keuangan dan Karakter Siswa.
Selain melibatkan perusahaan daerah, kegiatan bongkar muat di pelabuhan juga memberdayakan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Aceh Jaya, sehingga membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat. Untuk kebutuhan hauling atau pengangkutan batu bara dari Meulaboh menuju Calang, operasional turut didukung oleh para transportir lokal Aceh Jaya.
Dalam pengelolaan operasional stokpile, PT Barajaya juga merekrut tenaga kerja profesional dari kalangan pemuda dan pemudi Aceh Jaya. Para pekerja tersebut mendapatkan pelatihan, pembinaan, serta transfer pengetahuan guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia daerah.
Manajemen berharap program transfer knowledge yang dijalankan dapat melahirkan tenaga kerja yang mandiri dan profesional sehingga mampu mengisi berbagai posisi strategis dalam operasional pelabuhan maupun kegiatan ekspor batu bara di masa mendatang.
“Program ini tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal. Harapannya, para pekerja dapat berkembang menjadi tenaga profesional, termasuk operator crane kapal dan operator alat berat lainnya,” ujar Direktur PT Cargo Panga Network, Furqan kepada Nanggroenews.com. Jumat 31 Juli 2026.
Ia menambahkan, seluruh tenaga kerja yang bertugas dalam manajemen operasional stokpile telah memperoleh Surat Keputusan (SK) dari PT Barajaya sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Menurutnya, lingkup pekerjaan ekspor batu bara melalui Pelabuhan Kelas III Calang tetap mengedepankan peran perusahaan lokal, baik dalam aspek administrasi maupun penyediaan berbagai jasa pendukung operasional.
Keterlibatan BUMD, perusahaan lokal, koperasi buruh, dan tenaga kerja daerah dinilai menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh Jaya sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap bersaing di sektor logistik, transportasi, dan kepelabuhanan.[][][]













