CALANG | NANGGROENEWS.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya melakukan penanaman perdana kebun kelapa sawit milik eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Sagoe Pasie Raya wilayah Meureuhom Daya di Gampong Seumira, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya, Senin 16 Februari 2026.
Program tersebut ditujukan untuk mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat eks Kombatan GAM yang tergabung dalam Komite Peralihan Aceh (KPA).
Kegiatan itu dihadiri Bupati Aceh Jaya Safwandi, Wakil Bupati Muslem D, perwakilan Kodim 0114/Aceh Jaya, Polres Aceh Jaya, Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Sagoe Pasie Raya Sulaiman Effendi, serta Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Aceh Jaya drh. Dailami.
Baca Juga : Nagan Raya Peroleh 3,7 Miliar Dana Perbaikan Rumah Dampak Bencana.
Dalam sambutannya, Safwandi menegaskan program tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari langkah strategis memperkuat usaha produktif eks kombatan secara berkelanjutan.
“Kita ingin mereka memiliki sumber penghasilan yang jelas dan dikelola secara profesional. Pemerintah daerah akan memastikan program ini berjalan sesuai perencanaan dan memberi dampak nyata bagi keluarga serta masyarakat sekitar,” ujarnya.
Menurutnya, sektor perkebunan kelapa sawit masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah. Karena itu, pengelolaan lahan harus memperhatikan legalitas, tata kelola yang baik, serta pendampingan teknis dari instansi terkait agar produktivitas optimal.
Ia juga menilai sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan unsur KPA mencerminkan situasi yang kondusif dalam mendukung pembangunan di Aceh Jaya.
“Stabilitas merupakan modal penting pembangunan. Melalui kolaborasi ini, kita tidak hanya menanam sawit, tetapi juga menanam harapan bagi masa depan daerah,” kata Safwandi.
Sementara itu, Ketua KPA Sagoe Pasie Raya Sulaiman Effendi menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap pengembangan kebun tersebut. Ia berharap inisiatif ini mampu meningkatkan kesejahteraan anggota dan warga sekitar.
Penanaman perdana ditandai dengan penanaman bibit secara simbolis oleh bupati dan wakil bupati bersama unsur Forkopimda serta perwakilan eks kombatan. Lahan yang disiapkan seluas 20 hektare, dengan tahap awal penanaman mencakup 10 hektare lahan siap tanam.[][][]













