ACEH JAYA | NANGGROENEWS.com – Di bawah rindang cemara Pantai Lueng Gayo, aroma Kuah Beulangong menguar di udara, menyatu dengan debur ombak dan suara percakapan lintas generasi. Tradisi Meugang yang biasanya menjadi ritual menyambut Ramadhan, kali ini menjelma menjadi momentum lahirnya sebuah gerakan pendidikan: SANTANA (Sekolah Aman Tangguh Bencana).
Bukan sekadar jamuan adat, kegiatan yang digelar SMP Darun Nizham, Kecamatan Teunom, Sabtu 07 Februari 2026, menjadi titik temu antara budaya, pendidikan, dan kemanusiaan. Di sinilah tradisi bertemu visi modern: membangun sekolah yang tidak hanya aman dari bencana alam, tetapi juga kuat menghadapi bencana sosial.
Baca Juga : PWI Aceh Hadiri HPN 2026, Disambut Adat Banten di Bandara Soetta.
Di balik gerakan ini berdiri Ridwan, S.Pd.I., M.A., M.Pd., Kepala SMP Darun Nizham. Dengan pendekatan kolaboratif, ia menggerakkan berbagai elemen pemerintah, relawan, tokoh adat, tenaga pendidik, hingga masyarakat desa dalam satu tujuan: menjadikan sekolah sebagai pusat ketahanan generasi.
“Sekolah tidak boleh hanya menjadi tempat belajar, tapi ruang perlindungan dan pembentukan karakter,” ujarnya singkat, di sela kegiatan.
Semangat tersebut mendapat dukungan penuh dari BPBK Aceh Jaya. Kepala BPBK, A.G. Suhadi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana harus dimulai dari dunia pendidikan. Menurutnya, mitigasi bukan sekadar simulasi, tetapi harus menjadi budaya hidup di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Dari diskusi hingga doa bersama, dari penandatanganan kerja sama hingga makan bersama Kuah Beulangong, semua menyatu dalam suasana kekeluargaan. Revisi MoU antara SMP Darun Nizham, BPBK Aceh Jaya, dan Tagana Provinsi Aceh menjadi penanda bahwa gerakan ini bukan seremoni, melainkan program berkelanjutan.
SANTANA pun lahir bukan sebagai proyek sesaat, tetapi sebagai komitmen jangka panjang: membangun sekolah aman, tangguh, dan berkarakter. Sebuah model pendidikan yang tidak hanya mempersiapkan siswa menghadapi bencana alam, tetapi juga membentengi mereka dari krisis sosial dan moral di era modern.
Di Pantai Lueng Gayo, di tengah tradisi Meugang, lahirlah sebuah pesan sederhana namun kuat:
pendidikan adalah benteng pertama keselamatan generasi.[][][]













