News  

MPU Apresiasi HUT Meulaboh ke-438, Minta Pengawasan Syariat Diperketat

ACEH BARAT | NANGGROENEWS.com — Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat mengapresiasi pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-438 Kota Meulaboh yang dinilai semakin mengedepankan nilai-nilai syariat Islam. Meski demikian, MPU meminta pengawasan terhadap aktivitas pengunjung diperketat agar pelaksanaan perayaan mendatang lebih tertib dan sesuai dengan ketentuan syariat.

Ketua MPU Aceh Barat, Tgk. H. Mahdi Kari Usman, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi tersebut setelah mengisi tausiyah di MIN 24 Aceh Barat, Kecamatan Bubon, Selasa 13 Oktober 2026.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Bupati Aceh Barat beserta jajaran pemerintah daerah yang dinilai telah mengakomodasi masukan para ulama dan organisasi masyarakat Islam.

BACA JUGA: Polemik Anggaran Disparpora Rp6,1 Miliar, LANA Desak Bupati Tarmizi Buka Data.

“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi langkah Bupati yang telah mengindahkan saran dan masukan dari para ulama serta ormas Islam. Kegiatan HUT tahun ini terasa jauh lebih bermakna dan berlandaskan nilai keagamaan,” ujarnya.

Salah satu perubahan yang mendapat perhatian MPU adalah tidak digelarnya pertunjukan musik langsung yang menampilkan biduan. Penataan lokasi kegiatan, termasuk pemisahan area pengunjung laki-laki dan perempuan, juga dinilai sebagai langkah positif dalam menjaga pelaksanaan acara agar selaras dengan nilai-nilai Islam.

Mahdi menilai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) telah menjalankan tugas dengan baik melalui pemasangan pembatas area pengunjung. Namun, ia mengingatkan agar pengawasan di lapangan terus ditingkatkan untuk mencegah percampuran laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, dengan tetap memperhatikan kondisi keluarga seperti pasangan suami istri dan orang tua bersama anak-anaknya.

“Ke depan, kami minta pengawasan diperketat lagi agar tidak ada percampuran antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Semoga tahun depan penerapannya bisa lebih rapi dan tertib,” tegasnya.

Selain aspek syariat, MPU Aceh Barat juga mendorong agar perayaan HUT Meulaboh menjadi ruang pelestarian budaya lokal yang bernilai edukatif dan religius. Mahdi mengusulkan seni tutur Meurukon dan kesenian rebana lebih ditonjolkan dalam rangkaian kegiatan tahun berikutnya, sehingga masyarakat tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga memperoleh nilai pengetahuan dan keagamaan.

Menurutnya, Meurukon memiliki nilai penting sebagai tradisi bertukar pengetahuan melalui syair dan kecakapan berbahasa serta kesenian daerah perlu kembali diperkenalkan secara luas, khususnya kepada generasi muda dan lingkungan sekolah, agar warisan budaya Aceh tersebut tidak semakin terpinggirkan.

MPU berharap peringatan HUT Meulaboh tahun mendatang lebih konsisten menjaga identitas religius dan melestarikan warisan budaya Aceh serta kearifan lokal.[][][]

Menyalin konten tidak diizinkan.