ACEH JAYA | NNews – Menerima kunjungan silaturahmi pihak Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Meulaboh diruang kerja Bupati Aceh Jaya, Kamis (13/03/2024), Safwandi, S.Sos meminta pihak PLN dapat menuntaskan Gardu Induk (GI) Pembangkit Listrik Negara (PLN) di Aceh Jaya dimasa kepemimpinannya.
Pertemuan berlangsung didampingi Wakil Bupati, Muslem D, SE., membahas hubungan kerjasama dan pelayanan kelistrikan serta progres pembangunan Gardu Induk (GI) di Aceh Jaya yang juga menjadi topik utama dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekda Aceh Jaya, T. Reza Fahlevi, Kadis PUPR, Kadis Perhubungan dan Pertanahan, Manajer UP3 Meulaboh, Manajer PLN ULP Calang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta Kabag Ekonomi dan SDA.
Baca Juga : Keberadaan BUMD Barajaya Dipertanyakan, YARA ; PT.Barajaya Terkesan Tidak Berkontribusi Terhadap PAD
Dalam pertemuan berlangsung, Bupati Aceh Jaya, Safwandi menyampaikan listrik salah satu objek kebutuhan dasar bagi masyarakat, sehingga kehadiran PLN sangatlah penting.
“Karena ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat, maka kami mendukung penuh serta akan terus menjalin kerjasama yang baik,” kata Safwandi
Namun demikian, lanjut Safwandi. Kebutuhan kelistrikan di Aceh Jaya dapat terus dimaksimalkan mengingat dampak akibat arus listrik yang tidak cukup dan tidak stabil sehingga pelayanan kesehatan juga ikut terganggu
“Sebenarnya semua sektor berdampak akibat arus listrik tidak stabil, namun yang paling berdampak itu rumah sakit, operasi alat kesehatan yang mahal-mahal jadi rusak,” ujarnya ke pihak Manajer PLN.
Ia berharap, Pembangunan Gardu Induk (GI) di Aceh Jaya dapat segera terwujud, apalagi GI juga sudah tertuang dalam Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati Aceh Jaya.
“Intinya ada GI di Aceh Jaya, jangan sampai habis periode GI belum juga ada, namun untuk jangka pendek mungkin bisa dimaksimalkan arus listrik untuk rumah sakit sehingga pelayanan tidak terganggu karena arus listrik tidak stabil,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Aceh Jaya, Muslem D., jika persoalan kelistrikan di Aceh Jaya juga dapat mengurangi minat investor yang akan menanamkan modalnya di Aceh Jaya.
“Jadi listrik sekarang manjadi kebutuhan semua sektor, baik masyarakat biasa, menengah bahkan investor juga tidak akan mau ke Aceh Jaya jika listriknya tidak stabil,” terang Muslem.
Sebut Muslem. Ini penting, karena persoalan listrik juga salah satu janji kami pada saat kampanye kemarin, jadi kalau bisa dibawah 2 tahun GI terealisasi di Aceh Jaya.
Menanggapi hal tersebut, Manajer PLN UP3 Meulaboh, Aditya Setiawan menyampaikan, pihaknya bersama pimpinan PLN terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat Aceh Jaya.
Aditya menjelaskan. PLN selalu memberikan informasi kepada masyarakat jika terjadi gangguan atau pemadaman listrik, mengingat kendala faktor alam yang kerap dihadapi.
Ia pun berharap dukungan penuh dari Pemerintah Aceh Jaya dan berkolaborasi dalam upaya mendorong rencana pembangunan GI di Kabupaten Aceh Jaya.
“Kami tidak bisa sendiri, banyak hal perlu dukungan dari dengan berbagai pihak termasuk Forkopimda, terutama saat pemeliharaan jaringan berlangsung, tim kami kesulitan mendapat tebang pohon yang mengganggu jaringan listrik,” tuturnya dalam pertemuan itu.
Apalagi, tambahnya. Kabupaten Aceh Jaya salah satu sumber alur pengalir arus listrik terpanjang, dari Meulaboh hingga ke Lamno sehingga tingkat risiko juga tinggi, baik itu cuaca, arus lalu lintas dan dampak lain.
“Untuk pembangunan GI juga sudah dilakukan survei, skemanya juga sudah ada, alhamdulillah sudah tidak ada kendala, semoga bisa segera terealisasi,” pungkasnya.*[][][]