MBG di Panga Aceh Jaya Belum Jangkau Semua Sasaran, SPPG Ajukan Tambahan Kuota

Dapur SPPG Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya.*

ACEH JAYA | NANGGROENEWS.com — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, telah mengusulkan penambahan kuota program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 1.741 menjadi 2.500 porsi. Usulan tersebut diharapkan memperluas jangkauan penerima manfaat, mengingat masih ada sekolah dan kelompok sasaran yang belum terlayani, termasuk balita serta ibu hamil.

‎Koordinator Yayasan Peduli Tanah Rencong sekaligus Person in Charge (PIC) Dapur SPPG Panga, Erdi Abdullah, yang akrap disebut Adi Leupung, mengatakan pengajuan tambahan kuota telah diusulkan. Namun, hingga Senin 12 Oktober 2026, usulan peningkatan kapasitas pelayanan itu masih menunggu persetujuan.

‎Erdi menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan untuk memenuhi persyaratan penambahan kuota. Jika disetujui, peningkatan dari 1.741 menjadi 2.500 porsi diharapkan dapat mengakomodasi lebih banyak penerima manfaat MBG di Kecamatan Panga, terutama mereka yang hingga kini belum terjangkau layanan.

BACA JUGA : PORA XV Aceh Jaya Tak Digelar 2026, Pelaksanaan Bergeser ke Awal Mei 2027.

Di tengah rencana perluasan tersebut, sejumlah keluhan dari tokoh masyarakat di sekitar dapur SPPG Panga juga menjadi perhatian. Aspirasi warga dinilai perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi terhadap kebutuhan pelayanan, tata kelola operasional, serta peluang keterlibatan masyarakat setempat dalam pelaksanaan program.

Menanggapi kondisi itu, Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Badan Gizi Nasional Kabupaten Aceh Jaya, Cut Lisa Maulita, menyatakan pihaknya akan mengevaluasi kebutuhan dapur SPPG sekaligus melakukan penyesuaian tata kelola agar pelaksanaan program MBG berjalan lebih baik.

Cut Lisa juga menyebut penambahan tenaga relawan dari lingkungan sekitar dapur berpeluang dilakukan apabila peningkatan kuota telah memperoleh persetujuan pemerintah pusat.

“Mudah-mudahan ke depan bisa tambah relawan, karena sekarang semua harus ACC pusat. Jadi, saat ditambah, bisa kita tambahkan pekerja dari sekitar dapur,” ujarnya.

Dengan demikian, realisasi tambahan kuota menjadi 2.500 porsi masih bergantung pada keputusan pemerintah pusat. Evaluasi operasional, tindak lanjut atas aspirasi masyarakat, dan kesiapan tenaga kerja menjadi aspek penting untuk mendukung perluasan layanan MBG di Panga.

‎Sementara itu, jadwal persetujuan dan realisasi penambahan kuota belum disampaikan secara terbuka.[][][]

Menyalin konten tidak diizinkan.