CALANG | NANGGROENEWS.com – Bupati Aceh Jaya Safwandi membuka secara resmi Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-III Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Kabupaten Aceh Jaya, Kamis 12 Februari 2026, di Aula Dinas Kesehatan Aceh Jaya.
Kegiatan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan lembaga keistimewaan Aceh, tokoh agama, serta jajaran pengurus MUNA.
Dalam sambutannya, Safwandi menegaskan Aceh memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang menjadikan Islam sebagai dasar kehidupan bermasyarakat.
Berita Terkait: MUNA Aceh Jaya Gelar Muswil III, Kepemimpinan Baru Resmi Terbentuk.
Nilai-nilai syariat, menurutnya, tidak hanya tercermin dalam praktik ibadah, tetapi juga membentuk adat, budaya, pendidikan, hingga tata kelola pemerintahan.
Safwandi menyatakan ulama memiliki posisi strategis sebagai pendidik umat, pembimbing moral, serta penjaga nilai-nilai keislaman di tengah dinamika sosial. Peran tersebut dinilai penting dalam memastikan nilai-nilai Islam tetap relevan dan terimplementasi dalam kehidupan masyarakat.
Baca Juga : Aparat Gabungan TNI–Polri Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Panggong.
Ia juga menilai MUNA sebagai wadah strategis dalam memperkuat silaturahmi antar ulama sekaligus memperkokoh kontribusi mereka dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurutnya, ulama memiliki kontribusi historis dalam menjaga persatuan serta ketenteraman masyarakat Aceh. Selain itu MUNA sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam pembinaan akhlak masyarakat, penguatan harmoni sosial, serta penguatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Safwandi berharap Muswil ini menghasilkan kepemimpinan yang amanah, keputusan yang berpihak pada kemaslahatan umat, serta program kerja yang mampu menjawab tantangan sosial dan keagamaan masyarakat Aceh Jaya ke depan.[adv]













