PIDIE JAYA | NANGGROENEWS.com — Pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh mengerahkan pesawat dan helikopter TNI untuk mempercepat distribusi bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor. Langkah darurat ini ditempuh untuk menjangkau lokasi yang masih terisolasi akibat akses darat terputus.
Pengumuman itu disampaikan saat rombongan pejabat negara meninjau Gampong Blang Awee, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Sabtu 29 November 2025.
Rombongan terdiri dari Menteri Pertahanan RI Sjafrie Samsoeddin, Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Agus, anggota DPR RI Titik Soeharto dan Didit Prabowo, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, Wakil Bupati Hasan Basri, serta Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal.
Baca Juga: APBK Rp831,6 M Disahkan, Aceh Jaya Fokus Percepatan Pembangunan 2026.
Dalam kunjungan itu, para pejabat menyapa pengungsi di Blang Awee dan kompleks perkantoran bupati sembari mendengar keluhan warga serta menampung kebutuhan mendesak. Bantuan sandang dan pangan juga dibawa untuk disalurkan.
Menhan Sjafrie menegaskan bahwa penyaluran bantuan tidak boleh tersendat birokrasi. Pemerintah, katanya, harus bergerak cepat karena situasi di Aceh membutuhkan respons darurat.
“Mulai besok, seluruh kebutuhan dasar akan dikirim secara masif. Pesawat dan helikopter TNI akan menjatuhkan logistik langsung ke titik-titik banjir,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa prajurit TNI telah ditempatkan di bawah untuk mengamankan bantuan yang dijatuhkan sebelum diteruskan ke para pengungsi. “Tidak perlu menunggu rapat. Tindakan cepat harus dilakukan hari ini,” tegasnya.
Setelah kebutuhan pokok terpenuhi, pemerintah akan memulai tahap rehabilitasi di daerah yang mengalami kerusakan berat.
Mendagri Tito Karnavian menambahkan bahwa pemulihan listrik menjadi prioritas berikutnya. PLN telah mengirim 30 ton material pembangunan tower baru dari Jakarta ke Aceh.
Pengangkutan material dilakukan menggunakan helikopter berkapasitas enam ton per hari. Dibutuhkan lima hari untuk memindahkan seluruh logistik dan dua hari untuk proses pembangunan.
“InsyaAllah Sabtu listrik kembali menyala dan komunikasi pulih,” kata Tito.
Kunjungan tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah pusat turun langsung dalam penanganan dampak banjir besar di Aceh. Selain bantuan logistik, percepatan pemulihan listrik, jaringan komunikasi, dan rehabilitasi infrastruktur menjadi fokus utama pemerintah dalam waktu dekat.[][][]













